Home » Posts filed under Melanie Martinez
LIRIK LAGU - Soap – Melanie Martinez
Ucapan yang buruk memang selalu meninggalkan penyesalan bagi yang mengucapkannya. Disadari atau tidak, selama masih ada kebaikan dalam hati, pasti akan lebih memilih utnuk berbaik tutur kata.
Think I just remembered something
I think I left the faucet running
Now my words are filling up the tub
Darling you're just soaking in it
But I know you'll get out the minute
You notice all your fingers pruning up
Rasa-rasanya, sepeti kepikiran sesuatu. Seperti perasaan meninggalkan keran air yang menyala saat ditinggal pergi. Kata-kataku seperti memenuhi bak mandi, dan kau tenggelam di dalamnya. Tapi aku tahu kau akan bisa segera terbebas dari itu semua dan kau menyadari jari-jemarimu lecet semuanya.
I'm tired of being careful, tiptoe, trying to keep the water warm
Let me under your skin
Uh-oh there goes, I said too much it overflowed
Why do I always spill
Aku sudah lelah menjalani semua ini. Aku lelah terus bersembunyi, bersikap hati-hati, hanya agar hubungan kita terus membaik. Ijinkan aku menjelajah pikiranmu, agar tak perlu banyak kata yang harus kucerewetkan kepadamu.
I feel it coming out my throat
Guess I better wash my mouth out with soap
God I wish I never spoke
Now I gotta wash my mouth out with soap
Kupikir itu memang sudah tabiatku. Semuanya terucap begitu saja. Sepertinya aku harus mencuci mulutku, dengan sabun sekalian biar bersih tak ternoda oleh ucapan burukku. Kuharap aku tak pernah bisa bicara, dari pada yang keluar dari mulutku hanya yang jahat saja.
Think I got myself in trouble
So I fill the bath with bubbles
Then I'll put the towels all away
Should've never said the word 'love'
Threw a toaster in the bathtub
I'm sick of all the games I have to play
Kupikir aku selalu menceburkan diriku ke dalam masalah. Jadi kuputuskan, akan kubersihkan semuanya, tanpa mencoba untuk kembali lagi. Harusnya kata cinta itu tak pernah terucap, agar tak bermasalah setelah ini. Aku muak melakukan segala macam permainan ini.
Think I just remembered something
I think I left the faucet running
Now my words are filling up the tub
Darling you're just soaking in it
But I know you'll get out the minute
You notice all your fingers pruning up
Rasa-rasanya, sepeti kepikiran sesuatu. Seperti perasaan meninggalkan keran air yang menyala saat ditinggal pergi. Kata-kataku seperti memenuhi bak mandi, dan kau tenggelam di dalamnya. Tapi aku tahu kau akan bisa segera terbebas dari itu semua dan kau menyadari jari-jemarimu lecet semuanya.
I'm tired of being careful, tiptoe, trying to keep the water warm
Let me under your skin
Uh-oh there goes, I said too much it overflowed
Why do I always spill
Aku sudah lelah menjalani semua ini. Aku lelah terus bersembunyi, bersikap hati-hati, hanya agar hubungan kita terus membaik. Ijinkan aku menjelajah pikiranmu, agar tak perlu banyak kata yang harus kucerewetkan kepadamu.
I feel it coming out my throat
Guess I better wash my mouth out with soap
God I wish I never spoke
Now I gotta wash my mouth out with soap
Kupikir itu memang sudah tabiatku. Semuanya terucap begitu saja. Sepertinya aku harus mencuci mulutku, dengan sabun sekalian biar bersih tak ternoda oleh ucapan burukku. Kuharap aku tak pernah bisa bicara, dari pada yang keluar dari mulutku hanya yang jahat saja.
Think I got myself in trouble
So I fill the bath with bubbles
Then I'll put the towels all away
Should've never said the word 'love'
Threw a toaster in the bathtub
I'm sick of all the games I have to play
Kupikir aku selalu menceburkan diriku ke dalam masalah. Jadi kuputuskan, akan kubersihkan semuanya, tanpa mencoba untuk kembali lagi. Harusnya kata cinta itu tak pernah terucap, agar tak bermasalah setelah ini. Aku muak melakukan segala macam permainan ini.
LIRIK LAGU - Mad Hatter – Melanie Martinez
Aku tidak ingin mengartikan kegilaan dalam lagu ini sebagai sesuatu yang negatif. Aku hendak mengambil sisi positifnya saja, ketika proses menciptakan sesuatu, sebagai bentuk kreatifitas yang mungkin tidak sama dengan aturan pada umumnya akan dianggap gila, maka biarkanlah kegilaan itu bekerja, demi sesuatu yang lebih baik untuk masa depan.
One, two, three
My friends don't walk, they run
Skinny dip in rabbit holes for fun
Popping, popping balloons with guns
Getting high off helium
Satu, dua, tiga. Kuberi kalian sebuah cerita. Lihatlah kawan-kawanku yang ceria, yang membuat hidupku penuh warna. Mereka tidak melangkah pelan-pelan di tanah. Mereka berloncatan ke angkasa. Melongok lubang-lubang kelinci yang gelap untuk menemukan kejutan mereka. Atau menembaki balon yang mengudara, terpesona pada suara letusannya dan sakaw pada aroma helium yang menguar dari dalamnya. Itulah aku, dan teman-temanku yang ‘gila’.
We paint white roses red
Each shade from a different persons head
This dream would be the killer
Getting drunk with the green caterpillar
Bersama, kami mewarnai mawar-mawar yang putih pucat menjadi merah merona. Menertawakan betapa berbedanya bayangan tiap-tiap orang. Karena impian-impian kami yang liar, bisa saja membunuh semua kreatifitas kalian. Kami mabuk, bersama ulat keket hijau yang menjijikkan.
You're peeling the skin off my face
Maybe unsafe
The normales they make me afraid
The crazies they make me feel safe
Tak mengapa meski kau menguliti wajahku. Memang tak aman bersama para pemikir gila seperti kalian. Tapi orang-orang normal justru membuatku ketakutan. Karena mereka suka sekali mengkotak-kotakkan kehidupan. Aku suka kalian, teman-teman. Semakin gila, kita semakin berkembang.
I'm nuts, baby, I'm mad
Craziest friend that you've ever had
You think I'm psycho, you think I'm gone
Tell the psychiatrist something is wrong
Aku memang gila. Aku sinting. Mungkin akulah teman tergila yang kalian miliki. Silakan berfikir aku ini seorang psycho. Silakan pikir aku sudah tak waras. Silakan panggil para pskiater dan katakan pada mereka bahwa ada yang salah denganku.
Oh, the band, entirely bonkers
You like me best when I'm off my rocker
Tell you a secret: I'm not alarmed
Lihatlah band itu, mereka sudah sangat-sangat gila. Mereka menggila karena mereka kreatif menciptakan karya. Bukankah kalian juga sangat menyukaiku saat aku mengeluarkan kreatifitasku? Lalu mengapa kalian membenciku karena kegilaanku? Kuberitahu satu hal, aku tak takut pada kalian. Karena kegilaanku memunculkan banyak ide yang kalian sukai kemudian.
So what if I'm crazy? The best people are
All the best people are crazy
All the best people are
Where is my prescription?
Doctor, doctor, please, listen
Memangnya kenapa kalau aku menggila? Orang-orang terbaik di seluruh dunia itu dulunya juga disebut gila. Hingga kemudian ide mereka disuka, dan mereka yang pada akhirnya digilai semuanya. Mana resep untuk menghilangkan kegilaanku? Adakah dokter yang mampu?
My brain scattered
You can be alice, I'll be the mad hatter
You're peeling the skin off my face
Lihatlah, otakku berceceran. Ideku terbuang begitu saja. Kau bisa saja memilih jadi alice yang normal dan lugu. Aku akan menjadi anti-mainstream, karena kalian semua telah mengikis rasa malu dari wajahku.
My friends don't walk, they run
Skinny dip in rabbit holes for fun
Popping, popping balloons with guns
Getting high off helium
Satu, dua, tiga. Kuberi kalian sebuah cerita. Lihatlah kawan-kawanku yang ceria, yang membuat hidupku penuh warna. Mereka tidak melangkah pelan-pelan di tanah. Mereka berloncatan ke angkasa. Melongok lubang-lubang kelinci yang gelap untuk menemukan kejutan mereka. Atau menembaki balon yang mengudara, terpesona pada suara letusannya dan sakaw pada aroma helium yang menguar dari dalamnya. Itulah aku, dan teman-temanku yang ‘gila’.
We paint white roses red
Each shade from a different persons head
This dream would be the killer
Getting drunk with the green caterpillar
Bersama, kami mewarnai mawar-mawar yang putih pucat menjadi merah merona. Menertawakan betapa berbedanya bayangan tiap-tiap orang. Karena impian-impian kami yang liar, bisa saja membunuh semua kreatifitas kalian. Kami mabuk, bersama ulat keket hijau yang menjijikkan.
You're peeling the skin off my face
Maybe unsafe
The normales they make me afraid
The crazies they make me feel safe
Tak mengapa meski kau menguliti wajahku. Memang tak aman bersama para pemikir gila seperti kalian. Tapi orang-orang normal justru membuatku ketakutan. Karena mereka suka sekali mengkotak-kotakkan kehidupan. Aku suka kalian, teman-teman. Semakin gila, kita semakin berkembang.
I'm nuts, baby, I'm mad
Craziest friend that you've ever had
You think I'm psycho, you think I'm gone
Tell the psychiatrist something is wrong
Aku memang gila. Aku sinting. Mungkin akulah teman tergila yang kalian miliki. Silakan berfikir aku ini seorang psycho. Silakan pikir aku sudah tak waras. Silakan panggil para pskiater dan katakan pada mereka bahwa ada yang salah denganku.
Oh, the band, entirely bonkers
You like me best when I'm off my rocker
Tell you a secret: I'm not alarmed
Lihatlah band itu, mereka sudah sangat-sangat gila. Mereka menggila karena mereka kreatif menciptakan karya. Bukankah kalian juga sangat menyukaiku saat aku mengeluarkan kreatifitasku? Lalu mengapa kalian membenciku karena kegilaanku? Kuberitahu satu hal, aku tak takut pada kalian. Karena kegilaanku memunculkan banyak ide yang kalian sukai kemudian.
So what if I'm crazy? The best people are
All the best people are crazy
All the best people are
Where is my prescription?
Doctor, doctor, please, listen
Memangnya kenapa kalau aku menggila? Orang-orang terbaik di seluruh dunia itu dulunya juga disebut gila. Hingga kemudian ide mereka disuka, dan mereka yang pada akhirnya digilai semuanya. Mana resep untuk menghilangkan kegilaanku? Adakah dokter yang mampu?
My brain scattered
You can be alice, I'll be the mad hatter
You're peeling the skin off my face
Lihatlah, otakku berceceran. Ideku terbuang begitu saja. Kau bisa saja memilih jadi alice yang normal dan lugu. Aku akan menjadi anti-mainstream, karena kalian semua telah mengikis rasa malu dari wajahku.
LIRIK LAGU - Cake – Melanie Martinez
Kadang, orang itu hanya memandang betapa serasinya sepasang kekasih di depan kita. Akan tetapi, yang dibutuhkan sebenarnya bukanlah keserasian fisik, atau pekerjaan, atau tingkat social. Yang dibutuhkan adalah keselarasan rasa, yang membuat pasangan itu merasa nyaman. Dan hal yang seperti itu, bukan kita, orang diluar hubungan, yang berhak menilainya.
[Verse 1]
Your skin is warm like an oven
Your kiss is sugary sweet
Your fingers feel like cotton
When you put your arms around me
It feels like I’m just missing
Something whenever you leave
We’ve got all the ingredients
Except you loving me
And respectfully…
Kulitmu, sehangat pemanggang yang menyelimuti adonan. Kecupanmu, semanis gula-gula dan permen. Jemarimu, selembut kapas yang membelai. Saat kau merengkuhkan lenganmu kepadaku, seolah aku lenyap dalam dekapanmu, seolah aku akan selalu merindukan sesuatu darimu jika kau pergi dariku. Kita berdua, memiliki semua bahan untuk kita satukan bersama menjadi satu adonan yang sempurna, kecuali, satu rasa cinta darimu, dan satu rasa penghargaanmu kepadaku.
[Chorus]
I’m not a piece of cake
For you to just discard
While you walk away
With the frosting of my heart
So I’m taking back
What’s mine, you’ll miss
The slice of heaven that
I gave to you last night
Karena aku bukanlah sepotong kue, yang bisa kau singkirkan begitu saja begitu rasanya tak pas kau cicip di lidahmu. Saat kau pergi begitu saja, membawa pemanis dari hatiku. Jadi, jika kau pergi, aku harus meminta kembali apa yang seharusnya menjadi milikku. Hatiku adalah milikku. Jangan kau bawa lalu kau cecerkan begitu saja. Karena kelak, aku yakin, kau pasti akan merindukan sepotong syurga yang telah kuberikan kepadamu semalam.
[Verse 2]
You smell just like vanilla
You taste like buttercream
You’re filling up my senses
With empty calories
It feels like I’m just missing
Something whenever you leave
We’ve got all the ingredients
Except you needing me
And respectfully
Aromamu memang semanis vanilla. Rasamu memang seperti buttercream yang lembut dan meleleh di mulut. Kau mampu mengisi dan memenuhi segenap indraku tanpa membuatku merasa bersalah karena mengkonsumsimu. Akan tetapi, semua itu tidaklah cukup. Kita memang terlihat sangat pantas jika disandingkan. Sempurna, seperti pendapat orang. Tapi aku tak merasakan kesempurnaan itu darimu. Karena kau tak punya kebutuhan akan diriku, apalagi penghargaan terhadapku.
[Breakdown]
If I am just a piece of cake
If I am just a piece of cake
Then, you’re just a piece of meat
You’re just a piece of meat to me
If I am just a piece of cake
If I am just a piece of cake
Then, you’re just a piece of meat
You’re just a piece of meat to me
Kalau kau hanya menganggapku seperti sepotong kue yang manis, yang habis kau cicip lalu tinggalkan, maka aku juga akan menganggapmu seperti sepotong daging, yang jika kubiarkan begitu saja, kau pasti akan membusuk dengan sendirinya.
[Verse 1]
Your skin is warm like an oven
Your kiss is sugary sweet
Your fingers feel like cotton
When you put your arms around me
It feels like I’m just missing
Something whenever you leave
We’ve got all the ingredients
Except you loving me
And respectfully…
Kulitmu, sehangat pemanggang yang menyelimuti adonan. Kecupanmu, semanis gula-gula dan permen. Jemarimu, selembut kapas yang membelai. Saat kau merengkuhkan lenganmu kepadaku, seolah aku lenyap dalam dekapanmu, seolah aku akan selalu merindukan sesuatu darimu jika kau pergi dariku. Kita berdua, memiliki semua bahan untuk kita satukan bersama menjadi satu adonan yang sempurna, kecuali, satu rasa cinta darimu, dan satu rasa penghargaanmu kepadaku.
[Chorus]
I’m not a piece of cake
For you to just discard
While you walk away
With the frosting of my heart
So I’m taking back
What’s mine, you’ll miss
The slice of heaven that
I gave to you last night
Karena aku bukanlah sepotong kue, yang bisa kau singkirkan begitu saja begitu rasanya tak pas kau cicip di lidahmu. Saat kau pergi begitu saja, membawa pemanis dari hatiku. Jadi, jika kau pergi, aku harus meminta kembali apa yang seharusnya menjadi milikku. Hatiku adalah milikku. Jangan kau bawa lalu kau cecerkan begitu saja. Karena kelak, aku yakin, kau pasti akan merindukan sepotong syurga yang telah kuberikan kepadamu semalam.
[Verse 2]
You smell just like vanilla
You taste like buttercream
You’re filling up my senses
With empty calories
It feels like I’m just missing
Something whenever you leave
We’ve got all the ingredients
Except you needing me
And respectfully
Aromamu memang semanis vanilla. Rasamu memang seperti buttercream yang lembut dan meleleh di mulut. Kau mampu mengisi dan memenuhi segenap indraku tanpa membuatku merasa bersalah karena mengkonsumsimu. Akan tetapi, semua itu tidaklah cukup. Kita memang terlihat sangat pantas jika disandingkan. Sempurna, seperti pendapat orang. Tapi aku tak merasakan kesempurnaan itu darimu. Karena kau tak punya kebutuhan akan diriku, apalagi penghargaan terhadapku.
[Breakdown]
If I am just a piece of cake
If I am just a piece of cake
Then, you’re just a piece of meat
You’re just a piece of meat to me
If I am just a piece of cake
If I am just a piece of cake
Then, you’re just a piece of meat
You’re just a piece of meat to me
Kalau kau hanya menganggapku seperti sepotong kue yang manis, yang habis kau cicip lalu tinggalkan, maka aku juga akan menganggapmu seperti sepotong daging, yang jika kubiarkan begitu saja, kau pasti akan membusuk dengan sendirinya.
LIRIK LAGU - Pity Party – Melanie Martinez
Meski sekilas lagu ini tentang pesta, tapi aku menangkap makna tersembunyi dalam lagu itu. Kukorek-korek aja sendiri, meski mungkin memang lagunya sederhana, tentang pesta. Tapi, aku melihat ada sisi manusiawi dalam lagu itu, yaitu, selektif memilih teman. Hidup yang hingar bingar, pesta, layaknya pepatah ada gula ada semut. Saat kita senang, banyak teman. Saat susah, sendirian. Pesta yang dirancang untuk menyenangkan teman-teman malah berbalik menyusahkan, karena niatnya bukan untuk membahagiakan diri sendiri, melainkan untuk pamer dan berbangga diri. Pada akhirnya, semua kesusahan ditanggung sendiri.
Did my invitations disappear
Why'd I put my heart on every cursive letter?
Tell me why the hell no one is here
Tell me what to do to make it all feel better
Aku sendirian. Apakah undangan yang kusebar menguap dan lenyap begitu saja? Apakah aku harus terfokus pada huruf-huruf yang dicetak miring itu? Aku bingung. Apa yang terjadi? Kenapa tak ada satu orang pun di sini? Katakanlah kepadaku, apa yang harus kulakukan agar aku tetap merasa baik-baik saja?
Maybe it's a cruel joke on me
Whatever, whatever
Just means there's way more cake for me
Forever, forever
Sepertinya hari ini adalah lelucon yang kejam untukku. Terserah sajalah, aku tak peduli. Kuharap selanjutnya akan ada banyak keberuntungan untukku. Dan untuk selamanya.
It's my party and I'll cry if I want to
Cry if I want to (cry, cry, cry)
I'll cry until the candles burn down this place
I'll cry until my pity party's in flames
Ini kan pestaku. Aku berhak melakukan apapun yang aku mau. Aku mau menangis atau tertawa itu urusanku. Aku bisa melakukan apapun semauku, sampai kelak cahaya di sekitarku padam, dan pestaku yang menyedihkan usai dalam kegelapan.
Maybe if I knew all of them well
I wouldn't have been trapped inside this hell that holds me
Maybe if I casted out a spell
But told them decorations were in pastel ribbons
Andai aku dulu mengenal mereka dengan baik, aku mungkin tak akan terjebak dalam neraka yang membelengguku seumur hidupku. Mungkin jika aku merapal mantra, atau kutukan, akan terasa lebih nyaman di hatiku. Akan tetapi, aku malah meminta pestaku dihiasi dengan pita warna-warni dan balon, dan cahaya kerlap-kerlip. Demi siapa?
I'm laughing, I'm crying
It feels like I'm dying
I'm laughing, I'm crying
It feels like I'm dying
I'm laughing, I'm crying
It feels like I'm dying
I'm dying, I'm dying
Pada akhirnya, aku tertawa sendirian, menangis sendirian, sekarat sendirian.
It's my party and I'll cry if I want to
It's my party and I'll cry if I want to
Tapi memang beginilah hidupku. Aku yang memilih jalannya, aku pula yang harus menanggung resikonya.
Did my invitations disappear
Why'd I put my heart on every cursive letter?
Tell me why the hell no one is here
Tell me what to do to make it all feel better
Aku sendirian. Apakah undangan yang kusebar menguap dan lenyap begitu saja? Apakah aku harus terfokus pada huruf-huruf yang dicetak miring itu? Aku bingung. Apa yang terjadi? Kenapa tak ada satu orang pun di sini? Katakanlah kepadaku, apa yang harus kulakukan agar aku tetap merasa baik-baik saja?
Maybe it's a cruel joke on me
Whatever, whatever
Just means there's way more cake for me
Forever, forever
Sepertinya hari ini adalah lelucon yang kejam untukku. Terserah sajalah, aku tak peduli. Kuharap selanjutnya akan ada banyak keberuntungan untukku. Dan untuk selamanya.
It's my party and I'll cry if I want to
Cry if I want to (cry, cry, cry)
I'll cry until the candles burn down this place
I'll cry until my pity party's in flames
Ini kan pestaku. Aku berhak melakukan apapun yang aku mau. Aku mau menangis atau tertawa itu urusanku. Aku bisa melakukan apapun semauku, sampai kelak cahaya di sekitarku padam, dan pestaku yang menyedihkan usai dalam kegelapan.
Maybe if I knew all of them well
I wouldn't have been trapped inside this hell that holds me
Maybe if I casted out a spell
But told them decorations were in pastel ribbons
Andai aku dulu mengenal mereka dengan baik, aku mungkin tak akan terjebak dalam neraka yang membelengguku seumur hidupku. Mungkin jika aku merapal mantra, atau kutukan, akan terasa lebih nyaman di hatiku. Akan tetapi, aku malah meminta pestaku dihiasi dengan pita warna-warni dan balon, dan cahaya kerlap-kerlip. Demi siapa?
I'm laughing, I'm crying
It feels like I'm dying
I'm laughing, I'm crying
It feels like I'm dying
I'm laughing, I'm crying
It feels like I'm dying
I'm dying, I'm dying
Pada akhirnya, aku tertawa sendirian, menangis sendirian, sekarat sendirian.
It's my party and I'll cry if I want to
It's my party and I'll cry if I want to
Tapi memang beginilah hidupku. Aku yang memilih jalannya, aku pula yang harus menanggung resikonya.